Creative – Religius – Intelectual

Oleh : Khoirun Ni’am

Dari : MA. Thoriqotul Ulum Pati

Man ’arafa nafsahu, faqad ’arafa rabbahu, yakni barang siapa yang mengenal dirinya maka sejatinya ia akan mampu mengenal Allah SWT”

Masa remaja seringkali dihubungkan dengan mitos dan aggapan mengenai penyimpangan dan ketidakwajaran. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya teori perkembangan yang membahas ketidakselarasan, gangguan emosi dan gangguan perilaku sebagai akibat dari tekanan yang dialami remaja karena perubahan-perubahan yang ada pada dirinya maupun akibat perubahan lingkungan. Sejalan dengan perubahan-perubahan tersebut, remaja juga dihadapkan pada tugas-tugas yang berbeda dari tugas pada masa kanak-kanak. Sebagaimana diketahui, dalam setiap fase perkembangan, termasuk pada masa remaja, individu memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi. Apabila tugas-tugas tersebut berhasil diselesaikan dengan baik, maka akan tercapai kepuasan, kebahagian dan penerimaan dari lingkungan. Keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas itu juga akan menentukan keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas perkembangan pada fase berikutnya.

Senada dengan hal tersebut, kita ingat pidato sang orator ulung negeri ini, tak lain tak bukan adalah Presiden Ir. Soekarno. Dimana secara tegas dan penuh keyakinan, ia berani berargumen dengan lantang yang intinya ”Berilah saya sepuluh pemuda (baca: remaja) maka akan aku kuasai indonesia”. Selain hal tersebut, dalam perspektif agamapun dengan tegas imam as-syafi’i menegaskan ”Subbanul yaumi rijaalul ghaddi” bahwa remaja sekarang, merupakan pemimpin dimasa depan. Melihat pentingnya posisi remaja dalam konteks realita, maka sangat perlu remaja mengenali dirinya, tentunya bukan sekedar untuk kemajuan diri sendiri, namun lebih dari itu untuk kemajuan bangsa.

Mengapa Remaja Harus Mengenal Dirinya ? Read the rest of this entry »

Advertisements

Oleh : Khoirun Ni’am

Dari : MA. Thoriqotul Ulum Pati

Man ’arafa nafsahu, faqad ’arafa rabbahu, yakni barang siapa yang mengenal dirinya maka sejatinya ia akan mampu mengenal Allah SWT”

Masa remaja seringkali dihubungkan dengan mitos dan aggapan mengenai penyimpangan dan ketidakwajaran. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya teori perkembangan yang membahas ketidakselarasan, gangguan emosi dan gangguan perilaku sebagai akibat dari tekanan yang dialami remaja karena perubahan-perubahan yang ada pada dirinya maupun akibat perubahan lingkungan. Sejalan dengan perubahan-perubahan tersebut, remaja juga dihadapkan pada tugas-tugas yang berbeda dari tugas pada masa kanak-kanak. Sebagaimana diketahui, dalam setiap fase perkembangan, termasuk pada masa remaja, individu memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi. Apabila tugas-tugas tersebut berhasil diselesaikan dengan baik, maka akan tercapai kepuasan, kebahagian dan penerimaan dari lingkungan. Keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas itu juga akan menentukan keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas perkembangan pada fase berikutnya.

Senada dengan hal tersebut, kita ingat pidato sang orator ulung negeri ini, tak lain tak bukan adalah Presiden Ir. Soekarno. Dimana secara tegas dan penuh keyakinan, ia berani berargumen dengan lantang yang intinya ”Berilah saya sepuluh pemuda (baca: remaja) maka akan aku kuasai indonesia”. Selain hal tersebut, dalam perspektif agamapun dengan tegas imam as-syafi’i menegaskan ”Subbanul yaumi rijaalul ghaddi” bahwa remaja sekarang, merupakan pemimpin dimasa depan. Melihat pentingnya posisi remaja dalam konteks realita, maka sangat perlu remaja mengenali dirinya, tentunya bukan sekedar untuk kemajuan diri sendiri, namun lebih dari itu untuk kemajuan bangsa.

Mengapa Remaja Harus Mengenal Dirinya ? Read the rest of this entry »

Dalam setiap organisasi hampir dapat dipastikan memiliki suatu departemen yang mencakup wilayah-wilayah atau bidang tertentu, begitu pula dengan BEM Psikologi Unissula. Dalam setiap periode kepengurusan dapat memiliki jumlah departemen yang berbeda dikarenakan dalam pembentukan departemen juga memperhatikan situasi dan kondisi yang terkini. Berikut adalah gambaran umum 3 departemen yang hampir dapat dipastikan ada dalam kepengurusan.

Departemen I Read the rest of this entry »

Assalamualaikum Wr. Wb

Dari artikel ilmiah yang sudah masuk melalui email maupun dikirim via pos untuk mengikuti Lomba Artikel Ilmiah SMA Se-Jateng maka selaku panitia dengan ini mengumumkan :

  1. Khoirun Ni’am dari MA. Thoriqotul Ulum Pati : “Raih Sukses Diri dengan Psikologi”
  2. Erythrina Sekar Rani dari SMA 12 Semarang : “Menjadi Remaja Berkarakter melalui Pemahaman terhadap Potensi Diri”
  3. Nina Nugraheni dari SMA 1 Ungaran : “Pentingnya Psikologi bagi Remaja Indonesia”

Diundang untuk mempresentasikan hasil karyanya pada acara Bedah Film & Workshop Peer Counseling hari Sabtu, 26 November 2011.

Juri Penyeleksian Artikel :

  1. Falasifatul Falah, S.Psi, M.A
  2. Ruseno Arjanggi, M.A, Psi.
  3. Erni Agustina S, M.Psi

 

  • Syarat Peserta

Persyaratan peserta Lomba Artikel Ilmiah SMA Se-Jateng antara lain :

  1. Peserta merupakan siswa aktif SMA/SMK/MA/Sederajat Se-Jateng yang dibuktikan dengan fotokopi atau scan Kartu Pelajar/Surat Keterangan dari sekolah.
  2. Peserta memiliki kartu identitas diri (Kartu Pelajar/KTP/SIM).
  3. Peserta siap mempresentasikan hasil karyanya.
  • Syarat Karya

Persyaratan karya yang akan dikirimkan untuk Lomba Artikel Ilmiah SMA Se-Jateng antara lain :

  1. Karya berupa Artikel Ilmiah dengan tema ” Belajar Psikologi : Solusi Bagi Kehidupan Remaja “
  2. Karya yang dibuat belum pernah dilombakan atau dipublikasikan dalam media apapun.
  3. Artikel merupakan hasil karya individu, bukan kelompok.
  • Syarat Penulisan

Read the rest of this entry »

  • LATAR BELAKANG

Dalam masa kehidupan manusia ada tugas-tugas perkembangan yang harus diselesaikan agar tidak menjadi masalah di periode selanjutnya, begitu pula dengan masa remaja. Selama masa remaja, individu mengalami berbagai perubahan, baik  yang bersifat fisiologis maupun psikologis. Perubahan itu menjadikan seorang remaja gampang terkena depresi apabila merasa tidak mendapatkan dukungan sosial dari lingkungannya, baik lingkungan keluarga, kelompok teman sebaya, maupun masyarakat. Berbagai perubahan-perubahan tersebut dalam interaksinya dengan lingkungan sosial membawa berbagai dampak pada perilaku remaja (Agustiani, 2006).

Permasalahan yang dialami individu saat menjalani masa remaja teramat kompleks dan hampir meliputi segala aspek kehidupan. Permasalahan umum yang terjadi ketika masa remaja seringkali berkaitan dengan hubungan dengan lawan jenis, masalah cinta, pendidikan, dan persahabatan. Dalam menghadapi semua permasalahan tersebut tentu diperlukan sebuah dukungan sosial dari keluarga maupun teman sebayanya. Dukungan teman sebaya sendiri dapat dipastikan banyak membantu atau memberikan keuntungan kepada individu yang memiliki problem keluarga, dapat membantu memperbaiki iklim sekolah, serta memberikan pelatihan ketrampilan sosial (Cowie & Wellace).

Setidaknya terdapat 5 kasus yang berhubungan dengan perkembangan psikososial pada masa remaja yaitu identity, autonomy, intimacy, sexuality, dan achievement. Read the rest of this entry »

Gebyar Psikologi

Poster Gebyar Psikologi

Adanya perkembangan teknologi informasi membawa dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu dampak ada di kalangan remaja karena di masa tersebut seorang remaja masih mudah terombang-ambing dan terpengaruh oleh lingkungan yang ada di sekitarnya. Mudah dan murahnya akses teknologi seharusnya membuat para remaja semakin cerdas karena kemudahan mendapatkan informasi. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, para remaja cenderung untuk menggunakan teknologi, terutama internet untuk hal yang notabene kurang penting dan untuk mengakses situs-situs porno. Hal ini membawa dampak nyata seperti pergaulan yang semakin bebas. Contoh nyata ada di Kabupaten Klaten, dimana Kementrian Agama mencatat tiap bulan jumlah kasus remaja yang hamil sebelum menikah mencapai puluhan pasangan (Solopos, 21 April 2011).

Kompleksitas permasalahan yang ada dalam masa remaja seharusnya membuat orang tua lebih dekat dengan anak-anaknya tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Kualitas hubungan antara orangtua dan anaknya yang masih remaja cenderung semakin menurun, apalagi dengan adanya situs-situs jejaring sosial. Kita ambil saja situs Facebook yang membuat “yang jauh terasa dekat dan yang dekat terasa jauh”. Banyak remaja yang memiliki ratusan bahkan ribuan teman di facebook tetapi mereka justru tidak dekat dengan kedua orang tuanya, bahkan dalam dunia nyata hanya memiliki beberapa teman dekat. Read the rest of this entry »